02
Oct
16

Bicara

Akhir – akhir ini saya merasa terlalu banyak bicara. Baik jika pembicaraan saya bermakna, nyatanya tidak bermakna sama sekali – omong kosong biasa orang menyebutnya. Tidak hanya di dunia nyata saya banyak bicara, tetapi juga di dunia maya. Sesungguhnya saya pun jijik dengan apa yang saya lakukan dan bicarakan. Pantas saja beberapa orang membenci saya karena saya terlalu banyak bicara – bahkan membicarakan orang lain.

Menjadi pertanyaan, mengapa saya menjadi seperti ini? Entahlah, mungkin saya lelah berpura – pura dewasa dan mengerti semua. Atau mungkin lingkungan juga yang menarik anak kecil dalam diri saya keluar. Ah alasan saja.

Baru saja saya mencari informasi tentang beberapa orang di kantor saya – kepo kata anak jaman sekarang. Kepo memang keahlian saya. Saya tercengang, mereka hebat tanpa banyak bicara. Mereka hebat tanpa banyak mengumbar kata di dunia maya atau di dunia nyata. Melalui tulisan mereka, saya tahu mereka cerdas dengan cara mereka. Saya malu, amat sangat malu HAHAHAHA.

Sementara saya terlalu banyak beromong kosong di dunia nyata dan dunia maya, mereka bergerilya dan mencetak karya. Sudah, setelah ini saya akan mencoba banyak berdiam saja.


0 Responses to “Bicara”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: