23
Oct
13

Ini cerita FTVku mana cerita FTVmu part II

Aku hanya mampu terduduk dan menunduk menyesali apa yang telah terjadi, kurasakan air mataku terjatuh. Pertahananku sebagai laki-laki yang kau anggap istimewa telah luruh. Aku tak sanggup melihatmu terjatuh. Aku menangisimu mantan kekasihku, perempuan terhebat yang pernah aku kenal selain ibuku. Kamu perempuan yang selalu ceria, tak pernah mengeluh, mandiri, tenang, dan bersahaja. Perempuan yang aku kenal sejak sepuluh tahun lalu. Perempuan yang aku tahu sangat mengasihiku. Aku ingat pertama kali kita bertemu di tempat ibadah itu, kamu tersenyum melihatku, ada binar mata aneh yang membuatku tertarik padamu. Ada kekaguman terlihat jelas dari tatap matamu.

Tiga tahun aku dan kamu menjalani hari bersama-sama. Aku tak pernah lupa kali pertama kamu menggodaku, dan sialnya aku tergoda dan tergila-gila padamu. Aku tak pernah lupa waktu dimana kamu meneleponku saat kamu tahu aku tertunda menggapai mimpiku, perasaan khawatir yang terdengar dari nada bicaramu justru meyakinkanku bahwa aku tetap dapat menjalani hari-hariku bersamamu. Aku tak pernah lupa, caramu mencuri pandang padaku di tempat biasa kita bertemu. Aku tak pernah lupa cara teman-temanmu menyindirku, karena mereka jengah mendengarmu terus menerus membanggakanku. Aku tak pernah lupa caramu menenangkan ayahku, mengatakan bahwa semua baik-baik saja, dan aku mampu bangkit dari kegagalanku saat itu. Aku tak pernah lupa betapa semangatnya ibuku menceritakan persaingannya dengan ibumu untuk menyemangati adik-adik kita dalam sebuah perlombaan. Aku tak pernah lupa senyum ceria ibuku saat menceritakan bagaimana kamu menolongnya di parkiran gereja, semua hal itu meyakinkanku akan penerimaan orang tuaku atasmu. Namun entah mengapa semua berakhir begitu saja. Tak ada alasan pasti, hanya karena perbedaan tempat belajar, kita memutuskan untuk berpisah. Malang tak dapat ditolak, kau dan aku harus meneruskan hidup masing –masing.

Selama kurun waktu 6 bulan, kita masih berkomunikasi. Kita masih saling bersalam melalui sahabat kita. Meski terkadang ada perasaan cemburu ketika kamu menceritakan kedekatanmu dengan kakak kelasmu, tapi aku tahu itu semua sudah bukan urusanku. Namun, perlahan tapi pasti kita benar – benar berpisah. Aku menemukan perempuan lain yang sulit kubandingkan denganmu. Aku merasakan kenyamanan yang lain dengannya, sosok yang tak pernah lupa mengajarkanku akan kesetiaan. Ah iya, aku jatuh cinta pada sosok itu. Perlahan tapi pasti, pikiranku tentangmu tergantikan dengan sosok itu. Aku pun menjalin cinta dengannya.

Tujuh tahun berlalu, aku meyakinkan diriku untuk mempersuntingnya. Aku ingin meminta doa restu darimu. Kini kamu sudah ada di depanku, menangisi keputusanku. Aku pun terlarut dengan itu. Tak jarang pertanyaan ‘apakah kamu masih mengasihiku’ terlintas dalam benakku, dan kini aku tahu jawabannya. Kamu sungguh masih mengasihiku, meski aku tahu kamu telah menjalin cinta dengan lelaki lain tapi kamu masih menyimpan asa untukku. Tapi tak lantas aku merasa bersalah dengan itu. Bukankah ini keputusanmu untuk tetap mengasihiku, mengapa tak kau coba untuk menghilangkan perasaan itu? Mengapa tak mudah bagimu untuk melupakanku? Aku tetap pada pendirianku, kusodorkan undangan pernikahanku padamu. Aku pergi dengan salam perpisahan yang tercekat.

Hari ini hari pernikahanku dengannya. Kau datang bersama sahabatku yang tak lain adalah kekasih ‘gadunganmu’. Aku tersenyum melihat kau gelisah. Aku tahu, genggamanmu pada lelaki di sampingmu adalah upayamu menegakkan diri dari semua ini. Aku tahu ucapan terima kasihku untuk kedatanganmu benar-benar menyakitimu.  Tetapi maaf sebaik-baiknya aku tahu apa yang kau rasakan saat itu, aku tegaskan bahwa kisahku denganmu telah usai, wanita di sampingkulah yang telah kupilih untuk mendampingiku selamanya. Tapi aku tak pernah menyesal mengenalmu, perempuan hebat kebanggaanku.


0 Responses to “Ini cerita FTVku mana cerita FTVmu part II”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: