15
Oct
13

Menulis adalah Obat

Menulis adalah suatu aktivitas melahirkan pikiran dan perasaan dengan tulisan. Menulis berbeda dengan berbicara. Menulis memiliki suatu kekuatan tersendiri karena menulis adalah suatu bentuk eksplorasi dan ekspresi area pemikiran, emosi, dan spiritual yang dapat dijadikan sebagai suatu sarana untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan mengembangkan suatu pemikiran serta kesadaran akan suatu peristiwa (Bolton dalam Susilowati & Hasanat, 2011).

Gairah menulis saya akhir-akhir ini meningkat drastis. Saya tahu pasti alasannya, stres skripsi. Saya tidak pernah berharap tulisan saya dibaca orang, sungguh saya hanya ingin menulis untuk melepas penat. Saya bukan orang yang pandai bercerita secara lisan, jadi menulis adalah satu-satunya cara untuk saya mengeluarkan emosi saya. Pernah suatu waktu saya ‘muntab’ pada seorang teman, ajaibnya setelah saya coba menuliskan apa yang saya rasakan rasanya ada beban yang terangkat. Tulisan itu juga yang mengantar saya pada sebuah refleksi, sehingga saya mampu mampu mengambil hal positif dari kejadian yang saya alami waktu itu. Tulisan tersebut mengajak saya untuk menjelajah dunia maya, sehingga menemukan tulisan orang lain yang memiliki kejadian hampir sama dengan saya dan bagaimana mereka menghadapi hal tersebut. Menulis juga menuntut saya untuk terus membaca dan belajar dari karya orang lain, sehingga tulisan saya sedikit berisi. Walaupun saya tidak memiliki keinginan supaya tulisan saya dibaca orang, tetapi ketika menghasilkan tulisan yang berisi dan bermakna rasanya ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri dalam diri saya. Singkatnya bagi saya menulis adalah obat, menulis adalah terapi manjur tanpa dana.

Uraian di atas sejalan dengan penelitian Susilowati dan Hasanat (2011) yang menemukan bahwa menulis dapat memfasilitasi individu untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran tertentu berkaitan dengan kejadian yang dialami. Dengan menulis, individu dapat mengembangkan pemikiran untuk menerima situasi yang ada, memusatkan pemikiran pada hal-hal positif dari kejadian yang dialami. Selain itu, menulis juga mendorong individu untuk memperoleh suatu pemahaman, mengembangkan motivasi dalam diri sendiri, serta mendorong munculnya rasa optimis dengan mengembangkan harapan-harapan dan keyakinan. Temuan ini tidak jauh beda dengan temuan Mardyaningrum (2007) yang juga mengemukakan bahwa menulis dapat meningkatkan emosi positif dan mengurangi emosi negatif. Perubahan emosi pada individu akan mempengaruhi pola pikirnya. Ketika emosi positif sudah meningkat, maka individu dapat berpikir lebih jernih (pola pikir positif). Sehingga membuat hidup menjadi lebih baik dan sejahtera. Selain kedua penelitian tersebut, banyak penelitian yang juga menemukan bahwa menulis memberikan banyak manfaat.
Tidak perlu ragu lagi, menulis adalah obat, menulis adalah terapi manjur tanpa dana. Tulislah apa yang ingin kamu tulis. Tak perlu memikirkan EYD, tak perlu memikirkan baik atau buruk tulisan, tak perlu memikirkan penilaian orang lain mengenai tulisan kita. Menulis adalah dari kita, oleh kita, dan untuk kita sendiri. Selamat menulis.

 

Sumber:
Susilowati, T. G., & Hasanat, N. U. (2011). Pengaruh terapi menulis pengalaman emosional terhadap penurunan depresi pada mahasiswa tahun pertama. Jurnal Psikologi Vol. 38. No.1 , 92-107.
Mardyaningrum, M. B. S. (2007). Efektivitas Terapi Menulis terhadap Emosi Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata. diakses melalui http://eprints.unika.ac.id/879/2/02.40.0013_Maria_Bernadette_Sri_M.pdf


0 Responses to “Menulis adalah Obat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: