01
Oct
13

Terima Kasih

Masih pagi, rasanya masih terlalu cepat untukku menangis terharu. Rasanya masih terlalu cepat untukmu  mengacak-acak moodku. Masih banyak pekerjaan yang menanti untuk kugagahi, tetapi  bukan dengan perasaan seperti ini. Komunikasi jembatan kita berbagi ternyata rapuh, jatuh, terbagi-bagi. Seperti biasa, aku dengan pikiranku kamu dengan pikiranmu.

Pagi ini kamu sukses menggagalkan semua rencanaku. Aku hanya mampu menangis di depan computer usang itu, membaca sebuah surat darimu. Katamu kita seharusnya berterima kasih pada dunia maya. Meski raga tak pernah berjumpa tetapi hati masih bertaut pada asa. Dunia maya tempat kita sama-sama berbicara. Terima kasih untuk ingatanmu yang tajam itu. Terima kasih untuk ucapan selamat yang kau kirimkan lewat udara. Terima kasih untuk doa yang kau panjatkan agar aku senantiasa bahagia. Terima kasih untuk ajakanmu mengulang cerita. Terima kasih pada dunia maya tempat kita berjumpa setelah sekian lama aku tak ada.

Maaf jika aku pergi tanpa bicara. Berbekal pikiran negatif aku lancang meninggalkan kalian semua. Bukan apa – apa, aku hanya kesal saja.

Pagi ini aku kembali pada diri. Lagi-lagi masalah komunikasi. Pikiranku dan pikiranmu yang tak pernah kita samakan frekuensi. Aku akan banyak introspeksi.

Sekali lagi terima kasih. Semoga kau bahagia. Tuhan menyertaimu.


0 Responses to “Terima Kasih”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: