06
Apr
10

PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA MASA KANAK – KANAK AWAL DAN AKHIR

BAB I

PENDAHULUAN

I. 1. Latar Belakang

Masa kanak – kanak akhir adalah berkisar antara umur 6 tahun sampai tiba saatnya individu itu matang secara seksual. Terlebih lagi perkembangan kognitifnya. Masa akhir kanak – kanak adalah awal mereka duduk di bangku sekolah. Pada masa itu, anak berusaha untuk bisa menyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan baru. Dalam masa ini, anak pun mengalami pola hidup yang tak seimbang. Mereka mulai menyesuaikan diri, mulai berpikir akan hal – hal yang menjadi tanggung jawabnya, dan berusaha menyelesaikan persoalan – persoalan yang mulai muncul dalam kehidupannya. Di situlah aspek kognitif pada anak mulai berkembang. Ketika mereka mendapat PR dari sekolah dan lain hal.

Selama satu sampai dua tahun terakhir masa kanak – kanak terjadi pula perubahan fisik yang juga berhubungan dengan perkembangan nilai kognitif dalam dirinya. Perkembangan kognitif pada anak berbeda – beda, tergantung dari lingkungan dan latihan yang mereka lakukan secara rutin, dan sifat alamiah yang mereka miliki. Secara alami, tak hanya perubahan kognitif dan fisik yang berubah akan tetapi juga meliputi perubahan sikap, nilai, dan perilaku. Setelah masa kanak – kanak akhir ini selesai, mereka bersiap untuk memasuki masa remaja. Sesuai dengan usia dan kebutuhannya, kognitif mereka pun akan semakin berkembang. Mengalami ketidakseimbangan hidup yang dirasakan pada awal periodenya kemudian berusaha bertahan dan menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada.

I. 2. Permasalahan

Dari latar belakang di atas dapat dilihat ternyata banyak perubahan yang terjadi ketika anak mengalami akhir masa kanak – kanak. Banyak perubahan yang terjadi dan berdampak pula pada perkembangan kognitif anak.

1.      Apa pengertian kognitif itu?

2.      Bagaimana tahap perkembangan anak pada masa kanak – kanak akhir?

I. 3. Tujuan Penulisan

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Psikologi Perkembangan Anak” dan untuk menambah pengetahuan kita tentang perkembangan kognitif anak pada masa kanak – kanak akhir. Banyak tantangan yang dihadapi anak pada masa itu termasuk juga dengan perkembangan kognitifnya. Disamping pemenuhan tugas dan menambah pengetahuan, tulisan ini juga bias kita gunakan untuk mengidentifikasi sejauh mana perkembangan kognitif anak pada masa kanak – kanak akhir.

I. 4. Metode Penulisan

Dalam proses pembuatan makalah ini, kami menggunakan pencarian sumber pada buku – buku yang relevan dengan pembahasan dalam makalah ini. Selain buku, kami juga melakukan searching website untuk menambah sumber agar makalah ini lebih sempurna.

BAB II

REVIEW JURNAL

BAB III

PEMBAHASAN

III. 1. Pengenalan Tentang Kognitif

Istilah “Cognitive” berasal dari kata cognition artinya adalah pengertian, mengerti. Pengertian yang luasnya cognition (kognisi) adalah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan ( Neisser, 1976). Dalam pekembangan selanjutnya, istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi manusia / satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, pertimbangan, membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan. Termasuk di dalamnya kejiwaan yang berpusat di otak, juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan rasa.

Menurut para ahli jiwa aliran kognitifis, tingkah laku seseorang itu senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi.

III. 2. Berkembangnya Kognitif Akhir Kanak – Kanak Berhubungan dengan Intelektual sebagai Siswa

Aspek kognitif memiliki pengaruh paling besar pada hasil belajar anak. Kita ketahui bahwa anak-anak pada masa akhir kanak-kanak adalah sekitar umur 6-12 tahun yang pada usia itu adalah usia mereka bersekolah.

Kemampuan kognitif berkaitan dengan kemampuan mengingat berfikir dan persepsi. Beberapa hal yang berkaitan dengan intelektual menurut “Gagne” adalah:

1. Persepsi ialah kemampuan mengadakan diskriminasi antara obyek-obyek berdasar ciri-ciri fisik obyek yang satu dengan yang lain.

2. Konsep ialah kemampuan dalam mengadakan diskriminasi antara golongan –    golongan obyek sekaligus membuat generalisasi dengan mengelompokkan obyek – obyek yang memiliki ciri satu atau lebih.

3. Kaidah adalah kemapuan yang menghubungkan beberapa konsep yang membentuk satu pemahaman baru.

4. Prinsip ialah kemampuan menghubungkan beberapa kaidah sehingga membentuk pemahaman yang lebih tinggi untuk membantu memecahkan masalah.

Hal hal yang terjadi pada kanak kanak akhir

Akhir masa kanak-kanak yang berlangsung dari enam tahun sampai sepuluh tahun sampai dengan anak mengalami kematangan seksual yaitu sekitar tiga belas tahun bagi anak perempuan dan empat belas tahun agi anak laki-laki, oleh orang tua disebut sebagai ‘usia yang menyulitkan’, ‘tidak rapi’, atau ‘usia bertengkar’, oleh para pendidik disebut sebagai ‘usia berkelompok’, ‘usia penyesuaian’, atau ‘usia kreatif’. Pertumbuhan fisik yang lambat pada ahir masa kanak-kanak dipengaruhi oleh kesehatan, gizi, imunisasi, sex, dan inteligensi.

Keterampilan pada akhir masa kanak-kanak secara kasar dapat digolongkan kedalam empat kelompok besar yaitu keterampilan menolong diri, keterampilan menolong sosial, keterampilan sekolah, dan keterampilan bermain. Sampai dengan tingkat tertentu semua keterampilan ini dipengaruhi oleh perkembangan pilihan penggunaan tangan.

Semua bidang dalam berbicara, ucapan, kosakata, dan struktur kalimat berkembang pesat seperti halnya pengertian, namun isi pembicaraan cenderung merosot. Anak yang lebih besar mengendalikan ungkapan-ugkapan emosi secara terbuka dan menggunakan katarsis emosi untuk meredakan diri dari emosi-emosi yang terkekang sebagai akibat dari tekanan sosial untuk mengendalikan emosinya.

Peralihan dari masa akhir  kanak-kanak ke masa awal pubertas dapat dilihat dari ciri-ciri sebagai berikut :

1.                    Seorang anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi.

2.                    Anak mulai bersikap kritis.

Beberapa kejadian penting pada masa kanak – kanak akhir, adalah:

1. Masuk sekolah

2. Kegiatan intelektual yang meningkat

3. Minat yang lebih besar pada teman sebaya

4. Independence dari orang tua makin besar

5. Identifikasi diri makin jelas

Memasuki masa ini ditandai dengan ketidakseimbangan fisik yang disebabkan karena lepasnya gigi susu, dan tumbuhnya geraham tetap, dan kepekaan yang lebih besar terhadap sakit flu dan penyakit anak-anak yang menular lainnya. Sikap pasif, malas, menarik diri, impulsif, perasaan mudah terangsang dan tidak stabil merupakan ciri-ciri  anak umur 6 tahun. Tetapi memasuki usia 7 tahun terjadi sedikit perubahan, anak menjadi lebih sosial dan lebih mudah diasuh.

Anak mulai masuk sekolah

Melalui pengalaman di sekolah anak belajar untuk menyesuaikan diri pada kelompok. Bila di rumah ia selalu mendapatkan dukungan orang tua, maka di sekolah harus berdiri sendiri dan harus menerima kekuasaan guru.

Anak harus belajar menahan keinginannya sendiri dan menyesuaikan diri dengan keinginan teman-teman agar ia dapat diterima oleh kelompoknya. Sehingga ketika ia berhasil dalam hubungan dengan kelompok dan berhasil mengerjakan tugas rutinnya, maka anak akan mengembangkan rasa percaya pada dirinya sendiri.

Perkembangan kognisinya memasuki fase kongkrit operasional (Piaget)

Masa ini sering disebut masa intelektual karena anak haus akan pengetahuan baru. Minat akan peristiwa yang terjadi di sekitarnya sangat besar, dan anak berusaha menerangkan kejadian-kejadian tersebut secara objektif dan rasional

Masa ini disebut kongkrit operasional karena anak membutuhkan objek yang jelas supaya bisa berpikir secara logis. Bila anak harus menyelesaikan problem secara verbal maka ia akan menemukan kesulitan

Misalnya:

Dikatakan “Ani lebih putih dari si Min, Ani lebih hitam dari Tuti”

Kalau ditanya “siapa yang paling hitam?”

Maka anak tidak bisa menjawab kecuali kalau ketiga orang tersebut dihadapkan pada anak.

Minat terhadap membaca makin bertambah, tetapi mengalami perubahan. Anak tidak tertarik lagi pada cerita dongeng, tetapi menyenangi cerita yang lebih nyata, cerita petualangan misalnya lima sekawan, dan sebagainya. Ini merupakan tanda rasa ingin tahu yang bersifat intelektual dan kebutuhan yang lebih besar pada hal-hal yang lebih nyata. Makin berkurangnya pengawasan orang tua dan dari pengalaman sehari-hari dari teman dan guru, maka anak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan konsep diri (self consept) yang realistik. Pembentukan konsep diri dibantu dengan adanya penilaian-penilaian dari orang tua, guru, saudara-saudara dan teman-teman sebaya.

Pemikiran kritis pada anak

Berkembangnya pemikiran kritis yaitu pemahaman atau refleksi terhadap permasalahan secara mendalam, mempertahankan pikiran agar tetap terbuka, tidak mempercayai begitu saja informasi – informasi yang datang dari berbagai sumber serta mampu berfikir secara reflektif dan evaluative.

Kreativitas yang berkembang

Dalam tahap ini, anak – anak mempunyai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Perkembangan ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama lingkungan sekolah.

Perkembangan bahasa

Bentuk perkembangan ini terlihat pada cara berfikir tentang kata – kata, struktur kalimat dan secara bertahap anak akan mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan padat, serta dapat menerapkan berbagai aturan tata bahasa secara tepat.

Perkembangan psikosial

Perkembangan kognitif tak lepas dari perkembangan moralnya. Sehingga anak dapat menghadapi dan menyelesaikan tugas atau perbuatan yang dapat membuahkan hasil, hal itu yang menyebabkan dunia psikosial anak menjadi semakin kompleks. Anak sudah siap untuk meninggalkan rumah dan orang tuanya dalam waktu terbatas, yaitu pada saat anak berada di sekolah. Melalui proses pendidikan ini, anak belajar untuk bersaing (kompetitif), kooperatif dengan orang lain, saling member dan menerima, setia kawan dan belajar peraturan – peraturan yang berlaku. Dalam hal ini, proses sosialisasi banyak terpengaruh oleh guru dan teman sebaya. Identifikasi mereka bukan lagi terhadap orang tua, melainkan terhadap guru. Disamping itu, anak tak lagi bersifart egosentris. Mereka telah mempunyai jiw kompetitif sehingga dapat memilih apa yang baik untuk dirinya, mampu memecahkan masalahnya sendiri dan mulai melakukan identifikasi terhadap tokoh tertentu yang menarik baginya. Disamping itu, timbul pada diri mereka untuk  lebih memahami diri mereka masing – masing.

III. 3. Perkembangan Memori dan Daya Ingat Anak

Pada periode ini, memori jangka pendek anak telah berkembang dengan baik. Akan tetapi, memori jangka panjang tidak ada perubahan yang banyak dengan adanya keterbatasan – keterbatasan. Sehingga untuk mengurangi keterbatasan tersebut, anak berusaha menggunakan strategi memori, yaitu merupakan perilaku disengaja yang digunakan untuk meningkatkan memori.

Matlin ( 1994) menyebutkan bahwa ada empat macam strategi memori yang penting, yaitu:

Rehearsal (pengulangan), yaitu suatu strategi yang digunakan untuk meningkatkan memori dengan cara mengulang berkali – kali informasi yang telah disampaikan.

Organization (organisasi), yaitu pengelompokan dan pengkategorian sesuatu sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan memori. Seperti, anak SD sering mengingat nama – nama teman sekelasnay menurut susunan di mana mereka duduk di dalam satu kelas.

Imagery (perbandingan), yaitu membandingkan sesuatu dengan tipe dari karakteristik pembayangan dari seseorang.

Retrieval (pemunculan kembali), yaitu proses mengeluarkan atau mengangkat informasi dari tempat penyimpanan. Ketika suatu isyarat yang mungkin dapat membantu memunculkan kembali sebuah memori, mereka akan menggunakannya secara spontan.

BAB IV

KESIMPULAN

1. Kognitif adalah salah satu wilayah psikologi manusia / satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, pertimbangan, membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan.

2. Berkembangnya kognitif akhir kanak – kanak berhubungan dengan intelektual sebagai siswa. Aspek kognitif memiliki pengaruh paling besar pada proses belajar anak. Beberapa hal yang berkaitan dengan intelektual :

1. Persepsi

2. Konsep

3. Kaidah

4. Prinsip

3. Hal – hal yang terjadi pada masa kanak – kanak akhir

Terjadi proses kematangan seksual

Keterampilan masa akhir kanak – kanak dapat digolongkan menjadi empat, yaitu keterampilan menolong diri, keterampilan menolong sosial, keterampilan sekolah, dan keterampilan bermain.

Semua bidang dalam berbicara, ucapan, kosakata, dan struktur kalimat berkembang pesat seperti halnya pengertian, namun isi pembicaraan cenderung merosot.

Terjadi ketidakseimbangan fisik.

4. Perkembangan memori dan daya ingat anak

Memori jangka pendek anak telah berkembang dengan baik. Tetapi memori jangka panjang anak tidak memngalami perubahan karena adanya keterbatasan.

Empat macam strategi memori yang penting :

1. Rehearsal (pengulangan)

2. Organization (organisasi)

3. Imagery (perbandingan)

4. Retrieval (pemunculan kembali)

DAFTAR PUSTAKA

Olds Feldman, Papalia. Human development (Perkembangan Manusia). Jakarta :                                  Salemba Humanika, 2009

Santrock, John W. Perkembangan Anak. Jakarta : Erlangga, 2007

file:///F:/PU/perkembangan/PERKEMBANGAN

file:///F:/PU/perkembangan/PEMBELAJARAN%20MATEMATIKA PERKEMBANGAN KOGNITIF.html


0 Responses to “PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA MASA KANAK – KANAK AWAL DAN AKHIR”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: